Beberapa tahun belakangan ini pasar ponsel Indonesia diramaikan oleh produk asal China. Salah satunya Xiaomi. Xiaomi dikenal sebagai produsen ponsel yang memproduksi ponsel dengan spesifikasi tinggi namun harga yang ditawarkan jauh lebih murah dari para pesaingnya. Lalu, bagaimanakah dengan kualitas after salesnya ? Bersama saya Ono disini. Inilah review Xiaomi Exclusive Service Center Indonesia.

Beberapa hari yang lalu perangkat yang saya miliki yaitu Redmi 2, mengalami kerusakan. Layar tiba – tiba mati dan setelah itu tidak bisa hidup kembali. Akhirnya saya memutuskan untuk menghubungi layanan pelanggan Xiaomi Indonesia. Layanan pelanggan Xiaomi Indonesia dapat diakses secara online melalui www.mi.com/id/service/online/ (jam 09:00 – 18:00).

Layanan pelanggan Xiaomi Indonesia.png
Layanan Pelanggan Xiaomi Indonesia

Kurang lebih sekitar 15 menit saya melakukan percakapan. Saya menceritakan permasalahan yang saya alami. Lalu akhirnya saya disarankan untuk mengujungi service center mereka. Saya pun mencoba mencari alamat service center Xiaomi di Jakarta. Ternyata ada 4 tempat service center.

service-center-xiaomi-di-jakarta
Service Center Xiaomi di Jakarta

Setelah itu saya memutuskan untuk mengunjungi Xiaomi Exclusive Service Center yang berada di Roxy Mas. Selain karena dekat dari rumah. Saya juga ingin tahu seberapa “exclusive” kah service center yang satu ini.

Agak sulit sebenarnya menemukan Xiaomi Exclusive Service Center yang satu ini. Karena sejauh yang saya lihat. Ketika sampai di depan gerbang utama ITC Roxy Mas, tidak ada satupun tanda yang menunjukkan keberadaan Xiaomi Exclusive Service Center. Beruntung saat itu saya bisa bertemu dengan security, sehingga saya dapat bertanya.

Untuk anda yang ingin berkunjung kesana dan mengendarai motor. Xiaomi Exclusive Service Center berada tidak jauh dari parkiran motor disebelah kiri gerbang utama ITC Roxy Mas. Dari parkiran motor anda dapat melihat kantor Bank Mega. Tidak jauh dari kantor Bank Mega, anda akan melihat logo khas Xiaomi yang berwarna Orange.

Papan nama Xiaomi Exclusive Service Center Indonesia.jpg
Logo khas Xiaomi

Setelah itu anda akan disambut dengan pintu kaca transparan dan standing banner Xiaomi Redmi Note 3. Tidak ada penjaga pintu, tidak ada security.

Bagian depan Xiaomi Exclusive Service Center Indonesia.jpg
Tampak depan Xiaomi Exclusive Service Center Indonesia

Ketidak hadirannya penjaga pintu atau security. Membuat saya bingung, apakah harus mengambil nomor antrian atau tidak. Setelah melihat-lihat ternyata ada sebuah MiPad yang disambungkan ke mesin pencetak kartu antrian. MiPad tersebut berada tidak jauh dari depan pintu masuk. Akhirnya, saya pun mengambil nomor antrian. Setelah menunggu sekitar 15 menit. Nomor antrian saya dipanggil. Saya kemudian menceritakan permasalahan saya. Dalam percakapan kurang lebih 15 menit itu. Saya ditanyakan tentang kapan waktu pembelian dan tempat pembelian perangkat yang saya miliki. Kemudian mereka melakukan analisis bahwa ada komponen dalam perangkat saya mengalami kerusakan sehingga menyebabkan perangkat saya mati total.

Singkat cerita, mereka mengatakan jika perangkat saya mati karena terendam air maka biaya yang harus saya keluarkan adalah Rp 900.000 sedangkan jika tidak pernah terendam air maka biayanya “hanya” Rp 249.000. Saya pun menjelaskan kalau perangkat yang saya miliki tidak pernah terendam air. Maka, biaya yang saya harus keluarkan adalah Rp 249.000. Biaya ini dikenakan karena perangkat yang saya miliki telah habis masa garansinya. Jika masa garansi masih berlaku maka GRATIS. Kemudian mereka menjelaskan bahwa semua data dalam perangkat saya akan terhapus.

Setelah menanyakan kesetujuan saya maka mereka mulai membongkar perangkat saya. Saya diberikan surat persetujuan service dan diminta untuk menunggu 2 jam.

surat-persetujuan-service-xiaomi-exclusice-service-center-indonesia
Surat persetujuan service Xiaomi Exclusive Service Center Indonesia

Xiaomi Exclusive Service Center ini menurut saya cukup kecil. Walaupun begitu ada beberapa tempat duduk yang cukup untuk 10-15 orang dewasa. Tidak panas karena ada AC yang berfungsi dengan baik. Namun, sayangnya tidak ada toilet.

Tidak banyak hal yang dapat kita lakukan ketika menunggu. Selain mengobrol dengan pengunjung lain atau mencoba perangkat-perangkat keluaran Xiaomi yang didisplay di dalam Xiaomi Exclusive Service Center. Atau jika anda mau berjalan sedikit. Anda dapat berkunjung ke ITC Roxy Mas yang jaraknya tidak terlalu jauh dari Xiaomi Exclusive Service Center.

Mencoba perangkat di Xiaomi Exclusive Service Center Indonesia.jpg
Beberapa perangkat keluaran Xiaomi yang didisplay

Sambil menunggu saya melihat ada beberapa pengunjung yang ingin melakukan klaim garansi namun sayangnya ditolak. Karena perangkat yang mereka miliki bukanlah garansi resmi melainkan garansi distributor. Di Indonesia sendiri, sejauh yang saya tahu. Ada dua distributor resmi Xiaomi, yaitu : Erajaya dan Trikomsel. Akhirnya, saya mengerti apa yang dimaksud exclusive disini adalah hanya melayani perangkat Xiaomi dengan garansi resmi. Selain itu,… ya sepertinya tidak ada lagi yang exclusive.

Setelah menunggu 2 jam akhirnya perangkat saya selesai diperbaiki. Lalu mereka memberikan perangkat saya beserta dengan rincian biaya yang harus dibayar.

Invoice Xiaomi Exclusice Service Center Indonesia.jpg
Rincian biaya service

Seperti yang terlihat diatas. Komponen yang rusak dikenakan biaya Rp 117.272 sedangkan biaya perbaikannya sendiri dikenakan biaya Rp 109.090 ditambah dengan PPn Rp 22.636. Sehingga, totalnya Rp 249.000. Dengan rincian biaya itu, saya juga diberikan garansi 1 bulan. Saat saya pertama kali melakukan restore data dari Mi Cloud. Perangkat saya terasa sangat hangat. Tapi, mengingat jumlah data yang saya backup cukup banyak saya pikir itu hal normal. Sampai saya memposting review ini, perangkat yang saya miliki tidak memiliki masalah.

Kesimpulannya, Xiaomi Exclusive Service Center memberikan pelayanan yang baik. Namun, sayangnya service center Xiaomi masih sedikit. Pelanggan tentu akan kesulitan melakukan service jika jumlah service center tidak bertambah. Maka, akan sangat beresiko menurut saya jika membeli perangkat Xiaomi dengan garansi distributor. Selain tidak dapat melakukan klaim garansi di service center resmi ada kemungkinan perangkat tersebut adalah barang selundupan. Sehingga, mengurangi pendapatan negara.

Selama ini beberapa perangkat Xiaomi sempat terkendala oleh peraturan TKDN. Dan di pasaran semakin banyak berkeliaran perangkat Xiaomi dengan jalur yang tidak resmi. Jadi, jika ingin bertahan dipasar Indonesia. Menurut saya Xiaomi harus menjaga pelanggan dan komunitas yang dimiliki dengan meningkatkan pelayanan after salesnya.

Dan tolong perangkat terbarunya dimasukkan resmi ke Indonesia…..

Punya pertanyaan atau pendapat berbeda ? silahkan komen di kolom komentar di bawah.

Saya Mas Wahono, pamit.

See you on the next review.

Salam, JuruReview.

Advertisements