Jika dulu kita mendengarkan musik lewat kaset, CD, atau VCD. Sekarang, kita mulai beralih ke dalam bentuk digital. Saat ini bermunculan para penyedia layanan musik digital. Dimulai dari menjual lagu atau album dalam bentuk digital atau hanya sekedar menyediakan layanan akun premium. Salah satunya adalah Spotify. Selama 2 bulan ini saya mendapatkan kesempatan untuk mencoba layanan premium dari Spotify. Bagaimana rasanya ? Bersama Ono di sini. Inilah review Spotify Indonesia.

Sekitar 2 bulan yang lalu Spotify Indonesia mengadakan sebuah promosi.

LAYANAN 3 BULAN HANYA Rp 4.990.

Promosi tersebut tentu sangat murah menurut saya. Karena akun premium Spotify harga normal adalah Rp 49.990/bulan. Maka, tanpa berpikir panjang. Saya langsung berlangganan.

Sebelum lebih jauh lagi anda membaca review ini. Perlu saya jelaskan bahwa Spotify yang saya pakai adalah versi 6.5.0.1816 armV7 untuk Android. Jadi, jika anda menemukan perbedaan pada Spotify yang anda pakai. Berarti versi yang anda gunakan berbeda dengan yang saya pakai.

Saya tidak akan mereview secara detail untuk aplikasi yang satu ini. Saya hanya akan menjelaskan beberapa hal yang saya suka dan tidak saya suka.

Mari kita mulai.

Pembayaran

Saat 2 bulan yang lalu saya melakukan registrasi untuk berlangganan. Pembayaran dapat dilakukan dengan berbagai macam opsi pembayaran, seperti gambar di bawah ini. Opsi pembayaran yang beragam memberikan kemudahan. Apalagi ada opsi untuk melakukan pembayaran melalui pemotongan pulsa operator IM3 atau Tri dan pembayaran tunai ke Alfamart. Dengan demikian kita dapat melakukan pembayaran walaupun tidak memiliki rekening tabungan.

metode-pembayaran-spotify
Opsi pembayaran

Tetapi, saat saya melakukan review ini. Hanya ada 2 opsi pembayaran yang tersedia. Pembayaran melalui tagihan kartu kredit atau pemotongan pulsa (IM3, Tri, Smartfren). Saya tidak tahu pasti apakah ini disebabkan perubahan kebijakan atau akun saya yang sedang bermasalah.

metode-pembayaran-spotify-2
Opsi pembayaran

Saya sempat menanyakan hal ini melalui Official Twitter Spotify Indonesia. Berikut adalah jawabannya.

twitter-spotify-indonesia
Official Twitter Spotify Indonesia

Tampilan

Tampilan Spotify menurut saya sederhana dan langsung to the point. Setelah kita Log In, kita akan dihadapkan pada puluhan playlist yang tersedia. Playlist ini adalah susunan lagu yang telah disusun oleh tim Spotify. Berpindah pada bagian pojok kiri atas, akan muncul menu-menu utama. Search, Home, Browse, Radio, dan Your Music.

Spotify Interface 1.jpg
Tampilan home dan menu-menu utama Spotify

Search berfungsi untuk mencari lagu sesuai dengan yang kita inginkan. Home adalah tampilan awal Spotify. Browse berisi playlist yang telah disusun oleh tim Spotify. Radio hampir sama dengan fungsi Browse (saya tidak tahu apa sebenarnya fungsi menu yang satu ini). Your Music berisi lagu-lagu yang telah kita unduh.

Spotify Interface 2.jpg
Tampilan menu

Tampilan pemutar musiknya sendiri tidak kalah sederhana. Latar belakang hitam, cover berukuran besar ditengah disertai judul album serta judul lagu dan tombol previous, play/stop, next berada di bawah.

music-player
Music player Spotify

Playlist

Spotify punya playlist yang sangat beragam. Beberapa diantaranya dikelompokkan berdasarkan Genre dan Mood. Bahkan kita bisa menemukan suara petir dan hujan. Ya, petir.

Spotify Interface 3.jpg
Playlist Spotify

Selain itu, kita juga bisa membuat playlist sendiri dan membaginya dengan para pengguna Spotify yang lain. Playlist ini disebut collaborative playlist. Dengan playlist ini setiap orang yang mengikuti playlist yang kita buat dapat ikut menambahkan lagu kedalam playlist tersebut.

collaborative-playlist
Collaborative playlist

Saya rasa playlist yang beragam inilah yang menjadi salah satu kelebihan Spotify dibandingkan dengan aplikasi serupa.

Connect to a Device

Fungsi yang satu ini adalah fungsi yang memungkinkan kita mengontrol Spotify dari satu perangkat ke perangkat lain. Syaratnya kedua perangkat harus menginstal Spotify dan tersambung kedalam jaringan internet yang sama.

connect-to-a-device
Connect to a Device

Contohnya, komputer yang ada diruang kerja kita memiliki aplikasi Spotify dan begitu juga dengan smartphone yang kita miliki. Kita sedang ingin duduk santai tapi ingin juga mendengarkan musik dikomputer kita. Dengan bantuan Connect to a Device ini kita dapat mengontrol musik yang ada dikomputer melalui smartphone. Sederhana tapi praktis.

Sekarang mari kita beralih ke bagian yang tidak saya suka.

No Music Lyrics

Menurut saya ini adalah salah satu fitur yang kurang dari Spotify. Secara default Spotify tidak menyediakan fitur yang satu ini. Kita memerlukan aplikasi pihak ketiga. Genius untuk ios dan Soundhound untuk android. Dalam web resminya, Spotify menyatakan fitur ini akan ada. Namun, tidak tersedia untuk saat ini.

lyrics-on-spotify
Lirik di Spotify

Koneksi Internet

Pada dasarnya Spotify adalah layanan streaming musik yang menyediakan akun premium. Jadi, koneksi internet sangat diperlukan untuk menggunakan aplikasi ini. Pada akun premium kita memang dapat mengunduh lagu yang ada untuk kemudian didengarkan secara offline. Tetapi, kita harus tersambung ke internet minimal 30 hari sekali untuk mempertahankan pengaturan musik offline kita.

spotify-offline
Spotify Offline

Tentu ini akan sangat merepotkan bila sewaktu-waktu kita lupa menyambungkan perangkat kita ke jaringan internet.

Kesimpulan

Spotify  sebagai penyedia layanan streaming musik memberikan pengalaman yang baik untuk mendengarkan musik. Playlist yang beragam memungkinkan kita mengeksplor lebih banyak lagu. Bahkan, mungkin anda akan menemukan lagu yang belum pernah anda dengar sebelumnya.

Dari segi harga, memang Spotify tidak bisa dikatakan murah, Rp 49.990/bulan. Pilihan lebih murah bisa kita dapatkan dengan menggunakan Premium for Family. Dengan Premium for Family, kita mendapat enam akun Premium terpisah (untuk kamu serta hingga 5 anggota keluarga) dengan satu langganan bulanan. Layanan ini dihargai Rp 79.000/bulan.

Mengingat puluhan juta lagu yang dapat kita akses, harga yang harus dibayarkan menurut saya sebanding. Apalagi semua musik yang tersedia original bukan bajakan. Dengan demikian kita dapat mendengarkan kualitas suara yang baik dan membantu para musisi untuk mendapatkan penghasilan.

Kedepannya menurut saya layanan seperti ini akan semakin berkembang. Ditambah lagi akses internet gratis sudah mulai menyebar dimana-mana. Ya, setidaknya itu yang saya lihat di Jakarta.

Akhir kata, Say NO to piracy.

Saya Mas Wahono, pamit.

See you on the next review.

Salam, JuruReview.

Punya pertanyaan atau pendapat berbeda ? silahkan komen di kolom komentar di bawah.

Advertisements