Setelah lebih dari 2 tahun menggunakan earphone bawaan dari samsung. Kini, kondisinya tak lagi sebaik dulu. Mulai ada kerusakan pada bagian ujung jack 3,5mm nya.

Jack 3,5 mm hampir putus.jpg
Hampir putus

Walaupun masih bisa digunakan. Tapi, sisi konsumtif saya menggoda untuk membeli earphone baru. Akhirnya, setelah mencari-cari. Bertemulah saya dengan earphone yang satu ini, Soundmagic In Ear Headphone ES18S. Berdasarkan beberapa review yang saya baca, banyak yang mengatakan kalau earphone yang satu ini punya kualitas yang baik. Apa benar ? Ayo, kita coba. Bersama Ono di sini. Inilah review Soundmagic In Ear Headphone ES18S.

Paket penjualan

Dalam paket penjualan kita akan mendapatkan 1 Soundmagic In Ear Headphone ES18S, 2 eartips tambahan ukuran S dan L, dan 1 carrying pouch.

Paket penjualan Soundmagic In Ear Headphones ES18S.jpg
Paket penjualan Soundmagic In Ear Headphone ES18S

Eartipsnya terbuat dari bahan seperti karet sedangkan carrying pouchnya terbuat dari kulit imitasi. Dilengkapi tali pengikat yang terbuat dari tali kur sepertinya. Terdapat pula ukiran logo Soundmagic pada tengah pouch. Jahitan yang ada pada pouch terlihat rapi dan cukup kuat. Satu-satunya hal yang mengganggu saya adalah tali pengikatnya. Tali pengikat yang terlihat seperti tali kur ini, pastinya akan mudah terurai jika tersangkut pada benda-benda tertentu semisal kunci motor.

Eartips dan Carrying Pouch.jpg
Eartips dan carrying pouch

Desain

Unit yang saya miliki berwarna merah-hitam. In earnya terbuat dari bahan plastik dengan aksen chrome garis lingkaran merah pada kedua sisinya. Dibagian kanan terdapat tulisan R dan ES18S sedangkan pada bagian kiri terdapat tulisan L dan logo Soundmagic. Speaker sebagai sumber suara diberikan warna silver.

Soundmagic In Ear Headphones ES18S 1.jpg
Detail 1

Beralih kebagian tengah terdapat tombol kecil yang berfungsi untuk play, pause, mengangkat ataupun menutup telephone. Terdapat pula lubang kecil yang berfungsi sebagai mic.

mic-soundmagic-in-ear-headphones-es18s
Detail 2

Dibawahnya terdapat tombol switch A-B untuk jenis handphone atau perangkat yang anda gunakan.

tombol-switch-soundmagic-in-ear-headphones-es18s
Detail 3

Pada bagian jack audio, jack audio yang tersedia adalah jack standar 3,5 mm dengan lapisan emas dan aksen hitam pada sekelilingnya.

jack-audio-soundmagic-in-ear-headphones-es18s
Detail 4

Kenyamanan

Pada saat pertama kali menggunakan In ear ini, kuping saya rasanya sakit. Mungkin ini disebabkan karena saya sudah sangat terbiasa menggunakan earphone berjenis earbud. Sehingga posisi In ear yang menjorok kedalam telinga terasa sakit jika digunakan. Tapi, setelah menggunakannya selama kurang lebih satu minggu, rasa sakit yang saya rasakan perlahan menghilang.

earbud-in-ear
Earbud dan In Ear

Kualitas mic pada In Ear ini dapat anda nilai sendiri dengan menonton video berikut ini. Suara yang dihasilkan dari video ini bersumber dari mic Soundmagic In Ear Headphone ES18S.

Saya pribadi berpendapat mic yang ada memiliki kualitas yang baik. Cukup jika hanya digunakan untuk menelpon. Tapi, tidak cukup baik jika digunakan untuk melakukan recording suara apalagi video.

Beralih ke tombol switch dan jack audio. Tombol switch yang terdapat pada In Ear ini menurut saya agak terasa ringkih. Mungkin, akan lebih baik jika switchnya menggunakan sistem tekan bukan geser.

Jack audio yang berbentuk L agak mengganggu menurut saya. Terkadang ketika saya menggunakannya bersamaan dengan handphone dan memasukkannya kedalam saku celana. Kemungkinan tersangkutnya lebih besar jika dibandingkan dengan jack audio yang berbentuk lurus.

Kualitas suara

Untuk menguji kualitas suara dari In ear ini saya menggunakan Redmi 2 + Spotify + Snapdragon Audio. Beberapa lagu yang saya mainkan antara lain : Cahaya – Tulus, This Is What You Come For – Calvin Harris ft. Rihanna, Starmachine2000 – Wintergatan.

Selama mendengarkan ketiga lagu tersebut saya tidak menemukan perbedaan yang signifikan. Soundmagic In Ear Headphone ES18S secara konsisten memberikan detail yang baik. Suara antara vocal dan masing-masing instrument dapat terdengar dengan jelas. Tetapi, in ear ini tidak dapat mengisolasi suara dari luar secara total. Pada saat meningkatkan volume sampai 60%, barulah suara dari luar  mulai berkurang. Pada tingkat volume ini detailnya masih terjaga dengan baik. Di volume 70% suara dari luar hampir tidak terdengar dengan detail yang masih tetap terjaga.

Bagaimana dengan volume 100% ? silahkan coba sendiri. Saya cukup yang sedang-sedang saja. Agar suara panggilan sayang darinya masih tetap terdengar. Sip.

Kesimpulan

Setelah saya menggunakannya lebih dari seminggu. Saya berkesimpulan bahwa In ear ini adalah in ear bertipe all round music. In ear ini lebih mengedepankan suara yang detail dan seimbang. Tidak fokus pada vocal atau instrument tertentu.

Adapun hal yang kurang dari in ear ini adalah tidak adanya tombol pengatur volume atau tombol next/previous. Sehingga, kita masih harus berurusan dengan perangkat kita ketika ingin mengatur volume atau memindahkan lagu.

Saya pribadi merekomendasikan in ear ini kepada anda yang ingin beralih dari earphone standar ketingkat yang lebih baik. Bicara tentang perangkat apalagi audio memang sangat relatif. Tapi, saya rasanya yakin untuk mengatakan bahwa in ear ini jauh lebih baik dari earphone yang terdapat pada paket penjualan smartphone yang biasa kita dapatkan. Ditambah lagi in ear ini memiliki desain yang cukup keren.

Saya Mas Wahono, pamit.

See you on the next review.

Salam, JuruReview.

Punya pertanyaan atau pendapat berbeda ? silahkan komen di kolom komentar di bawah.

Advertisements