Sebenarnya tidak banyak yang saya tahu tentang band yang satu ini. OK GO adalah band asal Chicago, Amerika Serikat. Memulai karirnya pada tahun 1998. Ya, hanya itu yang saya tahu. Itu pun baru saya tahu setelah membaca Wikipedia. Kemudian saya ingat beberapa tahun yang lalu ada sebuah band yang menari-nari di atas treadmill. Belakangan baru saya tahu bahwa band itu adalah OK GO yang sedang menyanyikan lagunya yang berjudul Here It Goes Again.

Beberapa tahun setelah itu, saya melupakan band tersebut. Saya lupakan bahkan sebelum saya ingat siapa namanya. Hingga akhirnya pada suatu hari pencarian saya tentang anamorphic typography membawa saya kembali ke band yang satu ini. Pencarian tersebut membawa saya pada lagu mereka yang berjudul The Writing’s On the Wall.

Pada 24 November 2016. Tiba-tiba pada daftar rekomendasi video di akun youtube saya muncul OK GO – The One Moment.

“Keren…”

Itu adalah ekspresi yang pertama kali keluar ketika saya menonton video ini.

4.2 detik adalah durasi footage yang mereka pakai untuk video ini. Lalu, di slow motion hingga terlihat seperti video yang kita tonton saat ini. Perlu persiapan dan perhitungan matang untuk membuat hal seperti ini. Dengan video ini, OK GO semakin membutikan diri sebagai band dengan konsep video klip kreatif dan ribet.

Saya tidak terbayangkan bagaimana jadinya editor video klip ini. Pasti akan pusing mengedit footage dengan 4000 fps. Diatur sesuai dengan beat dan alur cerita.

Dari segala keribetan itu, bagian paling menarik dari video ini adalah bagaimana OK GO berhasil menyampaikan pesan dari “The One Moment”.

One take, One shoot, One Moment.

Dimana dalam hidup akan ada satu momen yang tidak kita ketahui dapat mengubah segalanya.

Jadi, sudahkah anda mendapatkan momen itu ?

The one moment that matters
And this will be
The one thing we remember
And this will be
The reason to have been here
And this will be
The one moment that matters at all

Saya Mas Wahono, pamit.

See you on the next moment.

Salam, JuruReview.

Advertisements