Aplikasi instant messenger jadi aplikasi yang saya rasa selalu ada dalam smartphone kita. Whatsapp, Line, BBM, Telegram, dan masih banyak lagi aplikasi instant message lainnya. Di tengah banyaknya aplikasi-aplikasi tersebut. Google sebagai salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia ikut meramaikan persaingan aplikasi instant messenger ini. Google, september 2016 kemarin baru saja meluncurkan aplikasi instant messenger yang diberi nama Google Allo.

Lalu, bagaimanakah rasanya menggunakan aplikasi yang satu ini. Bersama saya ono disini. Inilah review Google Allo.

Desain

Google Allo memiliki desain yang flat dan minimalis. Pada saat menekan aplikasi ini kita akan langsung dihadapkan dengan logo Google Allo dan tulisan Google. Setelah itu anda akan langsung masuk ke jendela daftar percakapan. Jika anda menekan icon  pada pojok kiri atas anda, maka anda akan masuk ke menu utama.

tampilan-awal
Tampilan Awal Google Allo

Memulai Percakapan

Untuk memulai percakapan anda cukup menekan icon pada pojok kanan bawah. Setelah itu pilih kontak yang ingin anda hubungi. Maka, percakapan pun dapat anda mulai.

kontak
Memulai percakapan di Google Allo

Fitur

Bicara fitur, saya tidak menemukan hal  yang istimewa dari aplikasi ini. Fitur yang ditawarkan hampir serupa dengan aplikasi sejenis. Fitur seperti text, camera, share pictures, sticker, dan share location akan anda temui dalam aplikasi ini.

fitur
Text, Camera, dan Share Pictures
fitur-2
Sticker dan Share Location

Jika dilihat dari fitur, Google Allo menurut saya tidak memberikan sesuatu yang berbeda dari para pesaingnya. Perbedaan hanya terletak dari desain. Satu-satunya yang mungkin bisa diunggulkan dari aplikasi yang satu ini adalah Google Assistant.

Google Assistant

Assistant.jpg
Google Assistant

Mungkin ini adalah satu-satunya fitur yang paling berbeda dari instant messenger lainnya. Google Assistant bisa dibilang adalah sirinya android. Sesuai dengan namanya Google Assistant dapat berperan sebagai asisten yang membantu kita. Dengan menggunakan fitur ini kita dapat memberikan beberapa perintah. Seperti menunjukkan rute ke suatu tempat, mencari informasi lewat google search, atau mengatur alarm. Fungsi-fungsi tersebut sebenarnya telah ada sebelumnya pada aplikasi Google Now. Jika anda merasa asing dengan Google Now anda mungkin lebih familiar dengan “OK, Google”.

Perbedaan paling mendasar antara Google Assistant dan Google Now adalah pada kemampuannya untuk melakukan percakapan. Pada Google Assistant kita dapat melakukan percakapan layaknya mengobrol dengan teman. Walaupun masih sangat terasa bahasa “mesinnya”. Tapi, saya rasa seiring berjalannya waktu hal tersebut akan terus diperbaiki.

Saya jadi membayangkan suatu saat kita dapat mengobrol dengan komputer seperti yang dilakukan Theodore di film Her.

Kesimpulan

Sudah hampir empat bulan saya menggunakan aplikasi yang satu ini. Selama empat bulan itu juga Google Allo menjadi aplikasi yang hampir tidak terpakai di smartphone saya. Penyebab dari hampir tidak terpakainya aplikasi ini adalah karena masih sedikit kontak di smartphone saya yang menggunakan aplikasi ini. Dari 200 kontak yang ada, hanya sekitar 10 orang yang menggunakan aplikasi ini.

Google Allo sebenarnya adalah aplikasi yang cukup menarik untuk digunakan. Namun, saya rasa peluncurannya di akhir 2016 bukanlah sesuatu yang tepat. Dengan banyaknya aplikasi serupa yang telah lebih dulu diluncurkan seperti contohnya WhatsApp. Google Allo harus berusaha lebih keras jika ingin bertahan. Satu-satunya yang mungkin bisa ditonjolkan dari aplikasi ini adalah Google Assistantnya. Selain itu ? saya rasa tidak ada.

Jadi, akankah aplikasi ini bertahan ? Atau perlahan dilupakan seperti Google Hangout dan produk Google lainnya ?

Bagaimana menurut anda ? Punya pertanyaan atau pendapat ? Silahkan komentar di kolom komentar di bawah.

Saya Mas Wahono.

See you on next the review.

Salam, Juru Review.

Advertisements