Sinetron. Sebuah hiburan yang katanya sangat disenangi oleh ibu-ibu. Saya tidak tahu pasti berapa banyak ibu-ibu di Indonesia yang memilih sinetron sebagai hiburannya. Tapi yang pasti, Ibu saya suka sekali dengan sinetron. Sejauh yang saya lihat, sinetron di Indonesia memiliki ciri yang sangat khusus. Kebanyakan sinetron di Indonesia memiliki episode yang panjang, cerita yang melebar dari cerita inti, karakter yang tidak manusiawi, dan berbagai ciri lainnya. Sebuah ciri yang membuat saya selalu bertanya-tanya “ko bisa format acara yang satu ini menghibur banyak Ibu di Indonesia ?”

Sedikit bergeser dari sinetron ada yang namanya teleseries. Entah siapa yang pertama kali menggunakan istilah ini. Saya pertama kali mengenal istilah ini lewat teleseries Net TV. Saat itu Net TV mengeluarkan teleseries pertamanya yang berjudul kesempurnaan cinta. Kesempurnaan cinta dibuat dalam 2 season. Kesempurnaan cinta 1 dan 2.

Di tahun 2017 ini Net TV kembali menghadirkan teleseries dengan judul Cinta dan Rahasia. Sekarang, sudah seminggu sejak penayangannya. Saya pun tertarik untuk berkomentar tentang teleseries yang satu ini. Bersama Ono di sini. Selamat datang di sesi “comment” Juru Review.

Cerita

Teleseries Cinta dan Rahasia bercerita tentang hubungan antara tiga orang sahabat. Gita, Rizky, dan Nadine. Gita dan Rizky sudah memulai hubungan persahabatannya jauh sebelum Nadine datang. Nadine diceritakan sebagai siswi pindahan yang datang ke sekolah Gita dan Rizky. Persahabatan yang awalnya hanya antara Gita dan Rizky berubah menjadi kisah tiga orang sahabat. Seiring perjalanan waktu, hubungan persahabatan antara mereka bertiga semakin kuat. Hingga akhirnya, Nadine harus pindah sekolah karena keluarganya harus pindah.

Sejak kepergian Nadine, cerita pun kembali berfokus pada persahabatan Gita dan Rizky. Sepuluh tahun sejak kepergian Nadine. Nadine akhirnya kembali sebagai teman satu kampus Gita dan Rizky. Dan selanjutnya… kalian pasti akan bisa menebak apa yang akan terjadi. Apalagi jika kalian menonton trailer yang saya taruh diatas.

Mainstream ? Ya, mungkin saja. Jika kalian pernah menonton film Heart yang bintang utamanya Nirina, Irwansyah, Acha Septriasa dan kalian merasa dejavu. Saya juga merasakan hal yang sama. Teleseries ini pastinya akan sangat menyebalkan jika nantinya Nadine harus sakit dan Gita mendonorkan salah satu organ tubuhnya untuk Nadine.

Tapi, rasanya terlalu awal bagi saya untuk mengatakan teleseries ini mainstream. Karena jika memang teleseries ini ingin dibuat mainstream. Maka, rasanya terlalu banyak “kata kunci” yang dikeluarkan sejak awal. Dimulai dari judulnya, pemilihan soundtrack, bahkan trailer promosinya. Terlalu banyak yang dibuka.

Jadi, saya berharap akan ada kejutan di episode-episode selanjutnya.

Cinematography

Saya pribadi selalu suka dengan bagaimana Net TV mengemas acaranya. Termasuk dengan teleseries yang satu ini. Sejak teleseries pertamanya. Net TV sepertinya punya sebuah standar bagaimana tampilan teleseriesnya. Warna yang ditampilan cenderung lembut. Selembut warna video klip Intuisi – Yura Yunita atau Monokrom – Tulus. Hanya saja teleseries ini memiliki warna yang sedikit lebih cerah. Jika dibandingkan dengan sinetron sebelah yang warnanya “gonjreng”. Tentu saya lebih memilih ini. Ya, ini masalah selera.

Saya juga suka bagaimana Net TV mencoba membangun “universe” nya sendiri lewat acaranya satu sama lain. Termasuk dengan teleseries ini. Contohnya pada salah satu scene terdapat adegan Gita dan adiknya menaiki ojek. Ojek yang ditampilkan adalah OK JEK. Tentu para penonton setia Net TV tahu kalau OK JEK adalah salah satu sitkom yang tayang di stasiun tv ini. Hal-hal sederhana seperti itulah yang membuat saya pribadi tertarik dengan  acara di Net TV ini.

Selain itu, pada beberapa kesempatan saya menjumpai adegan tanpa dialog sama sekali. Dialog hanya ditunjukkan oleh ekspresi dan tampilan pesan singkat antara ketiga orang tersebut. Gita, Rizky, dan Nadine. Adegan-adegan yang seperti itu membuat saya jadi lebih mendalami ceritanya. Pemilihan backsound yang tepat juga menjadi salah satu hal menarik dalam teleseries ini.

Waktu Penayangan

Februari adalah bulan yang dipilih oleh cinta dan rahasia. Entah ini kebetulan atau memang sudah direncanakan. Jika memang sudah direncanakan. Saya rasa itu hal yang tepat. Cinta dan rahasia mungkin memang dipersiapkan untuk mengisi momen cerita “cinta” di bulan februari. Seperti yang kita tahu kalau bulan februari identik dengan valentine day, cinta-cintaan, dan hal-hal yang begitu.

Mungkin, akan ada adegan acara valentine nan di tengah-tengah episode ? ya, siapa tahu.

Kesimpulan

Melihat dari ceritanya, Cinta dan Rahasia memiliki potensi populer dikalangan remaja. Ceritanya kemungkinan besar akan disenangi oleh anak SMA, anak kuliah tingkat awal, atau kalian yang memiliki kesamaan cerita dengan teleseries ini. Ceritanya juga bisa menjadi alternatif bagi ibu-ibu yang suka menonton sinetron.

Walaupun begitu, cerita yang ditampilkan sudah terlalu sering kita lihat di film, novel, atau lagu-lagu cinta di Indonesia. Maka, tentunya saya berharap akan ada kejutan di episode-episode selanjutnya. Atau setidaknya ceritanya tidak mudah ditebak.

Atau mungkinkah tim produksi sudah menyiapkan kejutan-kejutan itu ? Ya, apapun itu semoga punya cerita yang menarik untuk ditonton.

Sependapat dengan komentar saya ? atau punya komentar lain ? silahkan komentar di kolom komentar di bawah.

Saya Mas Wahono undur diri.

Salam.

Juru Review.

Advertisements