Selamat datang kembali di Juru Review. Jika pada beberapa minggu yang lalu kita bernostalgia dengan Modem USB. Maka, hari ini saya akan mengajak anda semua untuk sedikit lebih maju lagi ke depan. Bisa dibilang bahwa produk yang akan direview kali ini adalah penerus Modem USB. Inilah D-Link DWR-730. Sebuah mobile router berukuran mungil yang berjalan di jaringan 3G.  Sudah lebih dari seminggu saya menggunakan produk yang satu ini. Bagaimana rasanya ?

Tanpa berlama-lama lagi. Bersama Ono di sini. Inilah review D-Link DWR-730 HSPA+ Mobile Router.

Dalam Kotak

Dalam paket penjualannya kita akan mendapatkan 1 buku panduan instalasi, 1 lembar keterangan garansi, 1 kabel Micro USB, 1 charger dengan output 1.0 A, dan 1 baterai dengan kapasitas 2380 mAh, dan 1 D-Link DWR-730.

Desain

Unit yang saya miliki berwarna hitam dengan aksen warna abu-abu pada sisi-sisinya. D-Link DWR-730 memiliki dimensi 100.3 x 49.35 x 14.13 mm. Ukurannya lebih kecil dari smartphone 4,7 inch yang saya miliki.

perbandingan-ukuran-d-link-dwr-730

Keseluruhan badan terbuat dari plastik. Pada bagian depannya terdapat layar oled yang menampilkan informasi jaringan, nama provider, kapasitas baterai, dan tanda SMS masuk. Pada bagian depannya terlihat glossy, mengkilap seperti kaca. Bagian yang mengkilap tersebut mudah sekali meninggalkan sidik jari. Jika anda tidak berhati-hati, bagian tersebut akan mudah tergores. Maka, saya sarankan anda menggunakan anti gores jika anda tidak ingin bagian tersebut tergores.

bagian-depan-d-link-dwr-730

Hampir keseluruhan badan D-Link DWR-730 dilapisi oleh lapisan cat glossy. Hanya bagian samping kanan, kiri dan belakangnya saja yang memiliki tekstur berbeda. Pada bagian samping bertektur halus tetapi tidak glossy. Pada bagian belakang terdapat aksen garis-garis yang membuatnya menjadi tidak licin ketika digenggam.

bagian-belakang-d-link-dwr-730

Pada bagian atas dilapisi oleh cat glossy hitam polos tanpa ada tambahan apapun. Sedangkan pada bagian bawah terdapat port Micro USB. Port ini berfungsi untuk mengisi daya dan transfer file pada Micro SD.

bagian-atas-bawah-d-link-dwr-730

Pada sisi kanan terdapat slot Micro SD. Micro SD yang dapat disupport oleh slot ini mencapai 32GB. Bagian ini adalah bagian yang paling saya tidak suka dari desain D-Link DWR-730. Penutup portnya mudah sekali lepas (rusak). Anda akan mengerti maksud saya jika anda menonton video unboxing di atas.

bagian-samping-kanan-d-link-dwr-730

Walaupun hal tersebut tidak mengurangi fungsinya sebagai sebuah mobile router. Tetapi, saya rasa akan lebih baik jika slot ini diletakkan berdampingan dengan slot SIM Card. Atau bisa dibuat slot seperti smartphone.

slot-micro-sd-dan-simSelain itu hal yang cukup disayangkan adalah sampai saya menuliskan review ini. Saya tidak dapat menemukan cara untuk mengakses file dalam Micro SD secara wireless. Padahal fungsi ini saya rasa akan sangat berguna. Sehingga, kita tidak perlu lagi mencolokkan kabel USB jika ingin melihat isi Micro SD.

Beralih pada samping kiri kita akan menemukan 2 buah tombol. Tombol power diatas dan dibawahnya tombol WPS. Menurut saya tombol-tombolnya kecil namun tetap enak untuk ditekan. Tidak keras dan tidak terlalu lunak, pas.

bagian-samping-kiri-d-link-dwr-730

Konektivitas

Mobile router ini berjalan pada jaringan WiFi 802.11b/g. Ukuran SIM Card yang digunakan adalah ukuran standar. Dan Berikut adalah tabel jaringan yang dapat disupport oleh D-Link DWR-730 ini.

jaringan-yang-disupport-d-link-dwm-730

Intinya adalah mobile router ini dapat digunakan untuk semua SIM Card berukuran standar yang ada di Indonesia. Semua provider dengan jaringan GSM dapat disupport oleh mobile router ini asalkan 3G.

Kenyamanan

Desain. Dari segi desain, bentuknya yang kecil membuatnya mudah untuk disimpan di dalam saku celana jeans saya. Tetapi, jika digunakan terlalu lama maka perlahan akan terasa hangat. Jadi, saya sarankan jangan menyimpannya di saku celana jika anda menggunakannya untuk waktu yang lama.

Baterai. Daya tahan baterainya cukup baik menurut saya. Dalam pengujian yang saya lakukan, baterainya dapat bertahan -/+ 6 jam. Dengan kondisi tetap tersambung pada smartphone saya. Waktu pengisian baterai dari keadaan 0% sampai penuh memakan waktu -/+ 4,5 jam.

Kecepatan internet. Pada bagian ini saya menggunakan paket internet dari provider si tiga. Pemilihan si tiga didasarkan pada harganya yang relatif murah. Selain itu, saya ingin mengetahui apa yang bisa kita dapat dari harga paket internet termurah yang kita pakai. Untuk bagian ini saya melakukan pengujian di beberapa tempat di Jakarta Utara.

pengujian-d-link-dwr-730-semper-barat
Pengujian di Semper Barat, Jakarta Utara
pengujian-d-link-dwr-730-islamic-center-jakarta-utara
Pengujian di Masjid Islamic Center, Jakarta Utara
pengujian-d-link-dwr-730-stadion-tugu-jakarta-utara
Pengujian di Stadion Tugu, Jakarta Utara

Selain itu saya juga mengujinya untuk mengupload sebuah video ke YouTube.

Kesimpulan

Dari segi desain, secara keseluruhan saya suka dengan D-Link DWR-730 ini. Baik dari berat dan bentuknya. Satu-satunya hal yang tidak saya suka adalah slot Micro SDnya. Baik dari penempatan, desain, dan cara mengakses file dalam Micro SDnya. Mungkin, akan lebih baik jika D-Link mengubahnya seperti yang telah saya tuliskan diatas. Serta, membuat aplikasi untuk bisa mengakses file dalam Micro SD secara wireless.

Daya tahan baterainya yang bisa mencapai -/+ 6 jam membuat saya nyaman untuk menggunakannya di luar rumah. Hal tersebut pasti akan lebih baik jika bisa dilengkapi dengan fast charging.

Dari segi kecepatan, walaupun tidak secepat 4G tapi kecepatan yang dihasilkan masih bisa mengakomodir kebutuhan dasar saya. Seperti mengakses media sosial, WhatsApp, E-mail, dan sedikit untuk mengakses YouTube. Dengan rata-rata kecepatan download 1,7 Mbps dan upload 1,4 Mbps. Data tersebut pastinya akan bisa berubah jika anda menggunakan provider lain.

Intinya adalah jika 4G bukanlah pilihan utama anda dalam kegiatan mengakses internet. Maka, D-Link DWR-730 bisa menjadi salah satu pilihan yang baik menurut saya. Ditambah lagi semua provider di Indonesia dengan jaringan 3G dapat dipakai pada produk ini.

Tapi, jika anda menginginkan 4G, sebenarnya D-Link punya produk serupa. Seperti DWR-932c. Namun, sayangnya produk ini belum masuk ke Indonesia. Menurut informasi yang saya dapat, produk tersebut masih mengurusi perizinannya untuk bisa dipasarkan di Indonesia. Jadi, anda harus bersabar sedikit lebih lama.

Bagaimana menurut anda ? Punya pertanyaan atau pendapat ? Silahkan komentar di kolom komentar di bawah.

Saya Mas Wahono. Undur diri.

See you on next the review.

Salam, Juru Review.

Advertisements