Di era modern saat ini memisahkan kamar tidur anak dengan orang tua adalah sesuatu yang wajar bagi sebagian orang. Teman, sanak saudara, atau mungkin anda sendiri melakukan hal tersebut.

Memisahkan kamar dengan anak bukan hanya bertujuan untuk melatih keberaniannya sejak dini. Tetapi, bertujuan pula untuk menghindarkan anak anda melihat pemandangan yang tidak semestinya. Anda tentu pastinya mengerti maksud saya yang satu “itu”.

Tapi, dengan melakukan pemisahan kamar antara orang tua dan anak tentu banyak kekhawatiran muncul. Salah satunya, faktor keamanan. Faktor inilah yang kemudian menjadi salah satu perhatian dari para produsen elektronik. Salah satunya D-Link. D-Link DCS-820L. Sebuah IP Camera yang diperuntukkan untuk memonitoring bayi. Sudah lebih dari seminggu saya menggunakan produk ini. Hari ini saya akan berbagi pengalaman menggunakan produk yang satu ini. Bersama Ono di sini. Inilah review D-Link DCS-820L, Wifi Baby Camera Lite.

Dalam Kotak

Dalam kotak penjualannya kita akan mendapatkan seperangkat buku petunjuk dan panduan, 1 buah adapter beserta colokannya, seperangkat sekrup, 1 aksesoris kamera, dan 1 D-Link DCS-820L, Wifi Baby Camera Lite.

Desain

Seperti yang terlihat pada video di atas produk yang saya miliki berwarna putih. Dengan aksen ring berwarna merah muda di tengahnya. Ring tersebut dapat diganti. Dalam paket penjualan telah disediakan ring pengganti berwarna biru muda. Sebuah aksesoris yang sebenarnya tidak terlalu berpengaruh terhadap fungsi. Tapi, tentu akan sangat berguna bagi anda yang memperhatikan estetika.

Perbandingan Ring D-Link DCS-820L

Keseluruhan produk dibalut dengan lapisan cat matte. Hanya bagian bawahnya saja yang terlihat glossy. Bagian tersebut merupakan bagian yang menopang keseluruhan beban kamera.

Logo di D-Link DCS-820L

Pada bagian depan terdapat sensor infrared, ring untuk mengatur fokus, lensa kameranya sendiri, aksen ring, ambient light sensor yang berfungsi mengatur perpindahan dari mode normal ke mode malam, dan mic untuk komunikasi dua arah.

Bagian depan D-Link DCS-820L 2

Sedangkan pada bagian belakang terdapat speaker, Micro USB Port sebagai tempat untuk menyambungkan kamera dengan sumber daya, dan slot MicroSD yang dapat mensupport sampai kapasitas 32GB.

Bagian belakang D-Link DCS-820L 2

Di bagian bawahnya terdapat tombol reset, lampu indikator power, tombol WiFi, dan lampu indikator WiFi. Serta poros yang dapat mengatur kemiringan kamera hingga -/+ 80°.

Direct Wifi dan power D-Link DCS-820L

Pada bagian bawah penopang kamera terdapat lubang. Lubang ini digunakan untuk meletakan sekrup, sehingga kamera dapat diletakkan di tembok atau bidang lainnya. Terdapat juga beberapa bantalan yang membuatnya tidak licin jika ditaruh di atas meja.

Bagian Bawah D-Link DCS-820L

Untuk sumber dayanya sendiri telah disediakan adaptor dengan kabel Micro USB. Beserta colokan standar di Indonesia. Panjang kabelnya sendiri -/+ 1 meter. Karena kabelnya adalah Micro USB. Jadi, secara teknis kamera ini bisa menggunakan powerbank atau charger handphone sebagai sumber dayanya. Asalkan memiliki Output 2A.

Adapter D-Link DCS-820L

Colokan adapter D-Link DCS-820L

Fitur

Selama menggunakan kamera ini ada beberapa fitur yang menarik perhatian saya. Semua fitur tersebut hanya bisa digunakan jika anda menggunakan mydlink™ Baby App. Aplikasi ini tersedia untuk Android dan iOS. Berikut adalah beberapa fitur tersebut.

Sound/Motion Detection. Kamera akan secara otomatis menyimpan rekaman jika ada gerakan atau suara yang terdeteksi. Kamera dapat mendeteksi gerak, selama gerakannya masih terlihat dalam ruang lingkup kamera. Sedangkan untuk pendeteksi suara, suara hanya bisa terdeteksi jika sumber suara cukup keras dan dekat dengan mic.

2 Way Audio. Dengan fitur ini anda dapat berkomunikasi secara dua arah. Suara yang anda sampaikan melalui smartphone akan dimunculkan melalui speaker yang ada di belakang kamera. Lalu, orang yang ada di depan kamera dapat berbicara melalui mic yang ada di depan kamera. Kemudian, suaranya dapat anda dengar melalui smartphone anda.

Remote Viewing. Dengan fitur ini anda dapat melihat keadaan yang terekam kamera secara live melalui smartphone anda dimana pun anda berada. Untuk mengaktifkan fitur ini, pastikan D-Link DCS-820L dan smartphone anda terhubung dengan internet.

Instant Push Alert. Suara dan gerakan yang terekam notifikasinya anda muncul secara langsung di smartphone anda. Notifikasi bahkan akan muncul ketika anda mengunci smartphone anda. Konsepnya sama dengan notifikasi SMS atau Aplikasi lainnya.

Sebenarnya ada satu lagi fitur yang menarik, ya itu Play Lullabies. Kamera dapat memainkan instrumen lagu. Ada beberapa instrumen yang dapat dimainkan. Instrumen dapat ditambahkan melalui MicroSD. Tetapi, saya lebih memilih untuk tidak menggunakannya. Karena bayi akan kaget jika mendengarkan suara asing. Apalagi dari benda seperti ini.

Kualitas Kamera

Kualitas rekaman video yang dihasilkan terlihat cukup baik. Baik disini maksudnya adalah dapat terlihat jelas. Walaupun detail yang dihasilkan memang jauh dari kualitas kamera handphone sekalipun. Kualitas video maksimal yang dapat dihasilkan adalah 480p. Kita tentunya tidak dapat berharap gambar yang dihasilkan sejernih kamera DSLR. Karena kamera ini memang hanya diperuntukkan untuk memonitoring.

Pada mode malam, kualitas yang dihasilkan juga cukup baik. Keadaan sekitar tetap terlihat walaupun dalam keadaan gelap gulita.

Dari sisi perekaman suara. Volume suara yang terekam sangat terbatas. Suara yang dihasilkan cenderung kecil. Walaupun saya sudah memposisikan kamera dekat dengan wajah saya, tetap saja tidak membantu.

Kesimpulan

Desain. Walaupun memiliki ukuran yang besar tetapi produk ini memiliki bobot yang ringan. Jadi, mudah untuk dipindah-pindahkan. Selain itu ketersedian lubang pada alas kamera membuatnya mudah untuk diletakkan di dinding. Sehingga, anda dapat mengatur kamera untuk mendapatkan posisi terbaiknya. Namun, secara pribadi saya kurang terlalu suka dengan bentuknya. Membulat, polos, dan hanya ada aksen merah muda atau biru muda. Mungkin, akan lebih menarik jika bentuknya bisa dibuat menyerupai karakter tertentu. Karena saya pikir, “Ini kan untuk bayi, kenapa tidak dibentuk lebih menarik ?”.

Fitur. Fitur yang disediakan lengkap menurut saya. Fitur yang paling saya suka adalah Remote Viewing. Dapat melihat rekaman kamera secara live dari manapun adalah salah satu keunggulan IP Camera. Pada kamera ini fitur tersebut dapat dengan mudah diakses melalui aplikasi mydlink™ Baby App. Tetapi, sayangnya sedikit sekali hal yang dapat diatur dengan aplikasi ini. Saya sangat menyarankan anda untuk mendownload mydlink™ Lite. Dengan aplikasi tersebut pilihan untuk mengatur kamera lebih banyak.

Selain dengan aplikasi, fitur yang ada dapat kita akses melalui https://id.mydlink.com/entrance . Fitur ini pastinya akan sangat berguna bagi anda yang sering meninggalkan rumah. Anda ingin sesekali melihat keadaan rumah memastikan semuanya aman. Atau sekedar rindu anak dan keluarga disela-sela pekerjaan anda.

Keamanan. Fitur keamanan yang disediakan adalah keamanan standar untuk produk sejenis ini. Untuk terhubung ke kamera ini, anda memerlukan password. Password tersebut dapat anda dapatkan di bawah alas kamera. Atau lembar intruksi yang terdapat pada paket penjualannya. Selain itu, anda juga memerlukan e-mail yang aktif untuk melakukan registrasi di https://id.mydlink.com/entrance .

Kualitas kamera. Walaupun tidak bisa memberikan tampilan jernih layaknya kamera DSLR. Tetapi, kualitas yang dihasilkan masih bisa ditoleransi. Ketersedian mode malamnya juga membuat kita dapat melihat keadaan sekitar bahkan saat gelap-gulita sekalipun. Ditambah lagi, ketersediaan Ambient Light Sensor membuatnya dapat berpindah secara otomatis dari mode normal ke mode malam. Sensor ini aktif jika cahaya yang diterima terlalu sedikit.

Desain, Fitur, Keamanan, Kualitas Kamera secara garis besar memberikan pengalaman yang baik. Kelemahan yang paling besar menurut saya adalah pada faktor penyimpanan data. Penyimpanan yang tersedia maksimal hanya 32GB. Prinsip penyimpanan pada kamera ini adalah kamera akan secara otomatis menyimpan rekaman baik gambar ataupun video, jika terdeteksi gerakan atau suara. Pada aplikasi yang tersedia terdapat dua opsi. Pertama, jika penyimpanan penuh kamera akan otomatis menghapus rekaman dengan tanggal yang paling lama. Kedua, kamera akan memberikan notifikasi pada smartphone jika penyimpanan penuh. Saya lebih memilih pilihan yang kedua. Jadi saya bisa memindahkan rekaman yang ada di MicroSD ke hardisk, komputer, atau laptop saya.

Walaupun rekaman yang dihasilkan relatif kecil. Tetapi, ukuran maksimal yang hanya 32GB akan kurang jika anda ingin menggunakannya dalam jangka panjang. Maka, anda harus memperhatikan kapasitas penyimpanan ini jika anda tidak ingin kehilangan “moment”.

Jadi, jika anda ingin memiliki IP Camera untuk bayi dengan segudang fitur. D-Link DCS-820L memenuhi kriteria tersebut. Tetapi, jika anda hanya menginginkan kamera yang hanya dapat “merekam”. Saya rasa anda dapat menemukan pilihan lain. Bahkan, mungkin dari segi harga bisa lebih murah.

Dan satu hal yang paling penting dari produk sejenis ini. Produk ini hanyalah sebagai alat untuk membantu anda mengawasi anak anda. Maka, peran orang tua untuk mengawasi anak tetap dibutuhkan.

Bagaimana menurut anda ? Punya pertanyaan atau pendapat ? Silahkan komentar di kolom komentar di bawah.

Saya Mas Wahono. Undur diri.

See you on next the review.

Salam, Juru Review.

Advertisements