Peta digital, sebuah aplikasi yang terus berkembang hingga saat ini. Pengembangannya bukan saja membantu individu. Tetapi, membantu juga perusahaan transportasi online dan layanan antar barang. Lebih jauh dari itu peta digital sebenarnya membantu fotografer, wisatawan, atau pengelola pariwisata. Dengan peta digital kita dapat mempromosikan tempat atau mencari rekomendasi tempat yang dapat dikunjungi.

Google, sebagai salah satu perusahaan teknologi terbesar saat ini ikut mengeksplor bidang tersebut. Google Maps, Google Street View, Google Earth. Bahkan, pengembangan Pokemon Go juga tidak terlepas dari pengembagan Google Maps. Jika, berjalan kembali ke beberapa tahun yang lalu. Google bahkan membeli Waze untuk mengembangkan sayapnya di bidang ini.

Dan kemarin lewat Official Channel YouTubenya, google memberikan preview “The New Google Earth”. Sebuah pengembangan Google Earth, yang katanya “baru”. Karena penasaran sayapun akhirnya mencobanya.

Bagaimana rasanya ? apa saja yang baru ? bersama Ono di sini. Inilah review singkat “The New Google Earth”

Desain lebih flat dan informatif

Desain The New Google Earth

Seperti yang terlihat pada gambar di atas, tampilan Google Earth yang baru terlihat lebih datar (flat). Beberapa menu pada sisi kiri, gambaran bumi d itengah, dan navigasi di pojok kiri bawah. Tampilan ini memberikan kesan yang sederhana tapi modern.

Pada sisi kiri terdapat beberapa icon (dari atas ke bawah). Menu, Search, Voyager, I’m Feeling Lucky, My Places, Share. Sedangkan pada pojok kanan bawah terdapat navigasi. Navigasi ini berfungsi untuk mengubah orientasi pada peta.

Informatif The New Google Earth

Selain memberikan desain yang datar (flat). Dengan tampilannya yang baru, Google Earth juga lebih informatif. Jika kita mencari sebuah tempat. Maka, Google Earth secara otomatis memunculkan sebuah kartu. Kartu tersebut menyajikan informasi singkat tentang tempat yang kita tuju.

Gambar 3D yang lebih baik

Jika pada versi sebelumnya gambar 3D yang ditampilkan terlihat pipih. Pada versi terbarunya, tampilan 3D nya semakin lebih baik.

Stanford Bridge Google Earth

Walaupun begitu, saat saya melakukan pengujian pada versi ini. Masih ada beberapa tempat yang tampilannya terlihat pipih. Salah satu contohnya Gelora Bung Karno.

Gelora Bung Karno Google Earth

Sepertinya untuk tampilan 3D ini masih terus disempurnakan oleh Google.

Pengalaman Penggunaan

Selama melakukan pengujian pada versi ini. Menu dan navigasi yang disediakan mudah untuk digunakan. Tampilan yang disediakan juga memberikan pengalaman menjelajahi “bumi” menjadi lebih menyenangkan. Walaupun masih banyak tempat yang tampilan 3D nya belum sempurna. Terlebih lagi untuk wilayah di Indonesia. Namun, rasanya hal tersebut bisa disempurnakan dengan update pada masa yang akan datang.

Jika aplikasi semacam ini terus dikembangkan. Saya membayangkan menggabungkan Google Earth dengan virtual reality. Lalu, membawanya kedalam kelas. Belajar dan bermain menjelajah bumi. Menyenangkan bukan ? setidaknya kita bisa merasakan sedikit pengalaman keliling dunia.

Bagaimana menurut anda ? punya pertanyaan atau komentar ? silahkan tulis di kolom komentar yang ada di bawah ?

Saya Mas Wahono, undur diri.

Sampai jumpai dipenjelajahan selanjutnya.

Salam, Juru Review.

Advertisements