Industri gaming saat ini telah menjadi sebuah industri yang besar dan patut diperhitungkan. Entah, sudah berapa banyak game yang dirilis tahun ini. Dimulai dari game PC, Konsol (xbox, playstasion, nintendo), atau bahkan mobile seperti Android dan iOS. Semua developer saling berlomba untuk meraup keuntungan dari industri ini.

Tetapi, jika bicara game. Hardware adalah sesuatu yang tidak bisa kita tinggalkan. Banyak produsen yang memproduksi peralatan gaming untuk melengkapi pengalaman bermain. Salah satu contohnya mouse gaming. Mouse gaming yang saat ini beredar di pasaran biasanya memiliki harga yang lebih mahal dari mouse pada umumnya. Mahalnya peralatan gaming dikarenakan produsen membuat kualitas perangkatnya setingkat lebih tinggi dari perangkat non gaming. Setidaknya itulah yang menjadi klaim bagi sebagian produsen.

Lalu, bagaimanakah jika sebuah perangkat gaming dipatok dengan harga yang relatif murah ? pengalaman seperti apakah yang bisa kita dapatkan dari perangkat tersebut ? Pada kesempatan kali ini. Juru Review berkesempatan mencoba mouse gaming dari Alcatroz. Alcatroz Airmouse. Bersama Ono di sini. Inilah review Alcatroz Airmouse Gaming Mouse.

Dalam kotak

Dalam kotaknya kita akan mendapatkan 1 unit Alcatroz Airmouse beserta receivernya dan 1 buah baterai berukuran AA. Sebuah paket penjualan yang sangat minimalis untuk sebuah gaming mouse. Tidak saya temukan lembaran garansi atau buku petunjuk penggunaan.

Desain

Alcatroz Airmouse hadir dengan dua pilihan warna. Warna hitam dan putih. Keduanya terbuat dari bahan plastik. Dilapisi cat matte pada keseluruhan badannya. Terdapat sedikit lapisan glossy pada bagian bawah di sisi kiri dan kanannya.

Alcatroz Airmouse Bagian Depan

Pada bagian depan terdapat tulisan Airmouse di bagian klik kiri. Pada bagian bawah terdapat logo Alcatroz.

Hanya terdapat tiga tombol pada mouse ini. Klik kanan, kiri, dan scrool wheel. Bagian scrool wheel dapat ditekan. Terdapat lengkungan pada sisi tombol klik kiri dan kanan. Serta terasa tajam pada bagian ujungnya. Sedangkan bagian scrool wheelnya agak sedikit menjorok kedalam.

Pada bagian belakang terdapat sensor, beberapa bantalan, slot untuk baterai, dan receiver.

Penutup Baterai Alcatroz Airmouse

Secara garis besar saya sendiri suka dengan desain mouse ini. Dalam kemasannya tidak dijelaskan berapa bobot dari mouse ini. Tetapi, dari apa yang saya rasakan mouse ini memiliki bobot yang paling ringan di antara semua mouse yang pernah saya review sampai saat ini. Ukurannya yang 104 mm x 59 mm x 38 mm terasa pas digenggaman tangan saya. Ditambah lagi ukuran receiver yang kecil memberikan kemudahan saat akan disambungkan ke PC atau laptop.

Alcatroz Airmouse Saat digenggam

Receiver Alcatroz Airmouse Detail 2

Tapi, dengan harganya yang hanya 50ribuan. Build quality yang dihadirkan memang terasa seadanya. Terdapat rongga-rongga terbuka yang harusnya bisa ditutup lebih rapat. Slot untuk menaruh receiver juga dibuat hampir sejajar dengan baterai. Sehingga, ketika ingin menyimpan receiver ke dalam mouse dan kita ingin mengambilnya kembali. Maka, kita harus mencopot terlebih dahulu baterainya. Ditambah lagi ada beberapa bagian tajam yang dapat membuat jari sakit ketika bergesekan dengan bagian itu.

  Bagian Depan Alcatroz Airmouse Detail 1

Kenyamanan

Untuk menguji kenyamanannya dalam bermain game. Saya menggunakan mouse ini untuk bermain Left 4 Dead 2.

Tidak ada perbedaan berarti yang saya rasakan ketika menggunakan mouse ini. Hanya terasa sedikit lebih baik jika dibandingkan mouse dengan label non gaming. Sensasi klik yang dihadirkan terasa cepat. Bobotnya yang ringan juga membuat tangan tidak cepat pegal. Namun, pada beberapa kesempatan bobotnya yang terlalu ringan bisa menjadi masalah. Karena terlalu ringan kadang kursor bergeser terlalu cepat.

Untuk masalah teknis, mouse ini memiliki 1000 CPI. Serta jangkauan receiver sejauh 10 meter. Dari segi baterai, Alcatroz mengklaim mouse ini memiliki konsumsi baterai yang rendah. Tetapi, tidak disebutkan berapa lama baterainya dapat bertahan. Fitur auto on/off inilah yang mungkin membuatnya hemat baterai. Mouse akan otomatis tidak berfungsi jika tidak digunakan. Untuk mengaktifkannya kembali cukup lakukan klik kiri dua kali.

Sampai review ini dituliskan tidak ada masalah pada koneksi wireless atau pun baterainya. Tombol-tombonya dapat berjalan dengan baik tanpa delay.

Kesimpulan

Dengan melihat segala hal di atas. Jadi, untuk siapakah mouse gaming ini ?

Mouse gaming ini hadir untuk anda yang memiliki budget sangat terbatas tapi menginginkan mouse gaming. Secara keseluruhan mouse ini memberikan kualitas yang sesuai dengan harganya. Repson klik dan scrool yang dihadirkan cukup baik. Selama menggunakan mouse ini tidak saya temukan delay sama sekali. Tekstur dan ukurannya juga terasa nyaman bagi saya.

Namun, dengan harganya yang hanya sekitar 50ribuan. Kita tidak dapat berharap terlalu banyak pada build quality nya. Keseluruhan mouse terbuat dari plastik yang terasa murah apalagi bagian belakangnya. Terdapat pula rongga-rongga yang harusnya bisa ditutup lebih rapat. Apalagi ada bagian-bagian yang tajam yang harusnya bisa lebih diperhalus.

Sektor baterai dan ketahanan juga menjadi hal yang perlu diperhatikan. Walaupun diklaim memiliki konsumsi baterai yang rendah tetapi tidak dijelaskan seberapa rendah konsumsinya. Melihat build quality nya, saya juga ragu kalau mouse ini bisa bertahan lama. Walaupun begitu Alcatroz  tetap memberikan garansi 1 tahun.

Semua itu akhirnya membawa saya pada sebuah kesimpulan bahwa mouse ini adalah mouse yang apa adanya dengan tambahan “sedikit” sentuhan gaming. Jadi, jika budget anda hanya sekitar 50ribuan. Mouse ini bisa menjadi pilihan anda. Walaupun bukan mouse gaming terbaik, setidaknya mouse ini masih nyaman digunakan untuk keperluan office atau browsing. Tapi, jika anda memiliki budget yang berlebih. Saya tidak merekomendasikan mouse ini, apalagi jika pengalaman utama yang anda cari adalah gaming.

Saya Mas Wahono undur diri.

See you on the next review.

Salam, Juru Review.

Advertisements