Transportasi online. Sebuah mode transportasi yang mungkin tidak asing lagi bagi kita. Saya pribadi pertama kali menggunakan mode transportasi ini pada 2015. Saat ini setidaknya ada tiga perusahaan besar yang bersaing di pasar Indonesia dalam area tersebut. Siapa saja mereka ? tanpa saya sebutkan, saya rasa anda sudah tahu siapa mereka.

Pada kesempatan ini saya tidak akan membahas persaingan antara mereka. Sesuai dengan judul di atas, saya akan membahas GrabPay. Apa itu GrabPay ? Apa fungsinya ? Apa kelebihan dan kekurangannya ? dan senyaman apakah menggunakan “benda” yang satu ini.

Bersama Ono di sini. Inilah review GrabPay.

Apa itu GrabPay ?

GrabPay adalah sebuah pilihan pembayaran non-tunai yang disediakan oleh Grab. Resmi diluncurkan pada akhir november 2016 kalau saya tidak salah ingat.

Dengan adanya GrabPay, para pengguna jasa Grab dapat melakukan pembayaran tanpa mengeluarkan uang tunai. Cara ini dinilai lebih praktis dan aman. Dengan cara ini kita tidak sibukkan lagi dengan kegiatan merogoh uang dari tas atau dompet kita.

Melakukan Top Up GrabPay

Pada dasarnya GrabPay hampir sama dengan pulsa telepon yang biasa kita gunakan. Bedanya, jika pulsa telepon digunakan untuk membayar biaya komunikasi maka GrabPay digunakan untuk membayar pelayanan dari Grab.

Untuk menggunakan GrabPay maka kita harus melakukan pengisian saldo GrabPay. Saat ini ada tiga cara yang dapat yang kita gunakan untuk mengisi saldo GrabPay.

Pertama, melakukan topup melalui ATM & Internet Banking, Minimarket, Cards & Wallet.

Top Up GrabPay 1

Untuk pembayaran melalui ATM & Internet Banking, Grab mengakomodir hampir semua bank yang ada di Indonesia. Untuk pembayaran di minimarket anda dapat melakukan pembayaran melalui kasir di Alfamart, Indomaret, Lawson dan Dan+Dan. Untuk pembayaran melalui Cards & Wallets anda dapat menggunakan layanan Visa, MasterCard, Amex, JCB, dan DOKU wallet.

Kedua, cara lain yang dapat anda gunakan adalah dengan menghubungkan GrabPay ke akun kartu kredit atau debit anda.

Top Up GrabPay 2

Ketiga, selain dua cara yang telah dijelaskan di atas. Anda juga dapat melakukan TopUp dengan menggunakan Mandiri E-cash.

Top Up GrabPay 3

Cara Penggunaan

Setelah anda melakukan pengisian saldo GrabPay anda langsung bisa menggunakannya untuk pemakaian jasa Grab. Seperti GrabCar, GrabBike, GrabFood, dan berbagai layanan Grab lainnya. Cara penggunaannya juga cukup mudah cukup pilih alamat pick-up dan drop-off, pilih layanan yang diinginkan, pilih GrabPay sebagai pilihan pembayaran, lalu book.

Kelebihan

Setelah menggunakan GrabPay untuk waktu yang cukup lama, berikut adalah beberapa kelebihan yang saya rasakan.

Pengisian mudah, Praktis, Aman

Seperti yang telah saya jelaskan di atas banyak cara yang dapat kita gunakan untuk melakukan pengisian GrabPay. Banyaknya cara yang dapat digunakan mempermudah saya untuk melakukan pengisian GrabPay. Bahkan, bagi anda yang tidak memiliki nomor rekening bank tetap bisa melakukannya. Selain itu, dengan pembayaran non tunai maka proses pembayaran lebih praktis dan aman. Kita tidak lagi direpotkan dengan kegiatan mengambil uang didompet, tas, atau mungkin saku celana.

Promo

Dalam mode transportasi online, promo adalah salah satu hal yang paling sering kita jumpai. Begitu juga dengan GrabPay. Banyak promo yang ditawarkan ketika kita menggunakan GrabPay, yang paling sering adalah potongan harga. Potongan harga terbesar yang pernah saya rasakan adalah sekitar Rp 20.000. Pada kesempatan yang lalu Grab bahkan memberikan 100% Cashback ketika melakukan pengisian GrabPay.

Promo yang ditawarkan memang biasa saja. Tapi, tentu itu berguna bagi saya yang sering menggunakan Grab.

Kekurangan

Setelah membahas kelebihannya, mari kita beralih pada kekurangannya. Berikut adalah beberapa kekurangan yang saya rasakan selama menggunakan GrabPay.

Fungsi terbatas

Fungsi yang disediakan oleh GrabPay sangat terbatas. GrabPay hanya bisa digunakan untuk membayar layanan yang disediakan Grab. Bahkan, kita tidak bisa saling transfer saldo kepada sesama pengguna Grab. Selain itu, saat menggunakan GrabFood kita hanya bisa menggunakan GrabPay untuk membayar ongkos pengiriman. Untuk biaya makanan yang kita pesan hanya dapat dibayar secara tunai.

Sulit mendapatkan driver

Selama menggunakan GrabPay, hal ini adalah hal yang paling sering saya alami. Saya sering sekali lama mendapatkan driver jika menggunakan GrabPay. Bahkan, dibeberapa kesempatan pernah ada yang menerima orderan saya lalu langsung melakukan konfirmasi sampai pada tujuan. Padahal saya belum naik sama sekali. Pada kesempatan yang lain, ada yang menerima orderan saya. Tapi, perlahan menjauh dari lokasi saya lalu meminta untuk dibatalkan.

Saya tidak tahu pasti apa alasan dari hal-hal tersebut. Tapi, dari beberapa artikel yang saya baca. Driver sering kali “malas” mengambil orderan yang menggunakan GrabPay karena mekanisme pembayaran lebih lama jika dibandingkan dengan pembayaran tunai. Pengemudi harus menunggu setidaknya 1 hari setelah pemesanan selesai, barulah ongkos perjalanan masuk ke akun driver.

Melihat hal itu, saya jadi maklum mengapa sulit mendapatkan driver ketika menggunakan GrabPay.

Kesimpulan

GrabPay sebagai pembayaran non tunai yang disediakan Grab sebenarnya memberikan banyak kemudahan. Tapi, fungsi dan mekanismenya masih terbatas. Keterbatasan itulah yang menurut saya menutup segala kelebihannya. Kedepannya saya tentu berharap fungsi yang disediakan bertambah. Serta, mekanisme pembayaran dari penumpang ke Grab lalu dari Grab ke driver bisa lebih baik lagi. Sehingga, baik penumpang, driver dan Grab sendiri bisa sama-sama diuntungkan.

Melihat masih bertahannya Grab sampai hari ini. Saya yakin GrabPay masih bisa berkembang. Apalagi kompetitornya telah lebih dulu mengembangkan cara pembayaran sejenis ini. Fungsinya bahkan lebih lengkap. Jika Grab tidak mau tertinggal tentunya harus berkembang.

Saya pun sepertinya tidak akan lagi menggunakan GrabPay kalau tidak ada lagi sesuatu yang menarik. Bagaimana dengan anda ?

Saya Mas Wahono, undur diri.

See you on the next review.

Salam, Juru Review.

Advertisements